Cara Tarik Siswa Baru Agar Tidak Selalu Memilih Sekolah dan Nama Provinsi Berulang - Ulang di Dapodik


Di Tahun ajaran baru ini teman - teman OPS agak sedikit di mudahkan dalam menginput data siswa baru, apalagi dengan adanya dapodik PAUD. Sebelumnya saya pernah membahas tentang Cara Tarik Peserta Didik Kelas 1 SD dari Dapodik Paud/TK Ke Dapodik 2018. Namun setelah melakukannya, ada beberapa hal yang kurang menyenangkan dalam melakukan kegiatan tarik siswa, salah satu contohnya adalah kita selalu

Related Posts:

Proses Nominalisasi Kata 'Pendukungnya' dan 'Mempersatukan' serta 'Tuduhan'


Proses pembentukan Nomina disebut dengan nominalisasi. Ada beberapa proses pembentukan nominalisasi. Di antaranya:

AFIKSASI

berdasarkan pada kemungkinan kombinasinya, nomina turuna dapat dibagi atas bentuk yang berafiks dengan:

1) nominalisasi dengan prefiks ke-, pe- (peN-) dan per-


Prefiks ke- dan per- sebagai pembentuk kata tidak lagi produktif. Hanya ada tiga kata yang dibentuk dengan

Related Posts:

Proses Nominalisasi Kata 'Pendukungnya' dan 'Mempersatukan' serta 'Tuduhan'

Proses pembentukan Nomina disebut dengan nominalisasi. Ada beberapa proses pembentukan nominalisasi. Di antaranya:

AFIKSASI

berdasarkan pada kemungkinan kombinasinya, nomina turuna dapat dibagi atas bentuk yang berafiks dengan:

1) nominalisasi dengan prefiks ke-, pe- (peN-) dan per-


Prefiks ke- dan per- sebagai pembentuk kata tidak lagi produktif. Hanya ada tiga kata yang dibentuk dengan ke- dan satu dengan per-: ketua, kekasih, kehendak dan pertapa.

Sebaliknya prefiks pe-/peN- yang membentuk nomina lewat prefiks me- sangat produktif, karena dapat ditempatkan pada banyak kata dasar dan memiliki makna:

Nomina yang berarti orang yang melakukan (verba): pembicar, pelamar
Nomina yang berarti orang yang pekerjaannya melakukan (verba): penyanyi, pelatih, pelaut, petani
Nomina yang berarti orang yang (ajektiva): pemalas, pemuda
Nomina yang berarti orang yang menjadi (ajektiva): pemarah, pemabuk
Nomina yang bermakna Alat untuk (verba): penghapus, penggali, pengungkit

2) Nominalisasi dengan sufiks �an

Sufik �an dapat membentuk nomina dengan makna sebagai berikut:

Apa yang dikerjakan seseorang: anjuran, anggapan
Barang yang (ajektiva): manisan, asinan
Tempat orang (verba): pangkalan, parkiran, perkiraan
Kumpulan dari: lautan, sayuran

3) Nominalisasi dengan konfiks ke- -an

Konfiks ke- -an dapat membentuk nomina langsung dari kata dasar. Makna yang terbentuk:

Hasil dari (verba): kemenangan, kepergian, kedatangan
Dalam keadaan: kebimbangan, keberanian, kecepatan, kenaikan
Tempat: kementerian, kedutaan
Kumpulan: kepulauan, kepustakaan
Keabstrakan: kebangsaan, kerakyatan, kedaerahan

4) Nominalisasi dengan konfiks pe- -an

Proses nominalisasi dengan pe-an sangat produktif. Proses ini diturunkan melalui prefiks me- dan memberi makna:

Melakukan perbuatan: pemeriksaan, pemberontakan, pengumuman
Hasil dari melakukan: penyelesaian, penghargaan
Nomina di atas berhubungan dengan verba meN- dengan atau tanpa akhiran �kan atau �i. Verba yang berhubungan dengan kelima nomina di atas ialah masing-masing: memeriksa,  memberontak, mengumumkan, menyelesaikan, menghargai.

5) Nominalisasi dengan konfiks per-an

Proses ini berlangsung melalui prefiks ber-. Morfem seperti juang, coba dan setuju hanya dapat diturunkan dengan konfiks per-an menjadi perjuangan, percobaan, persetujuan. Kita tidak mengenal bentuk-bentuk menjuang, penjuang. Kata perjuangan berasal dari kata berjuang, dan persetujuan dari bersetuju (yang sudah tidak lazim digunakan di Indonesia), sedangkan percobaan berasal dari kata bercoba yang tidak lazim lagi. Makna penurunan ini ialah:

Hasil dari (verba): pertanyaan, permintaan
Melakukan (verba): perlawanan, pergerakan
Hal yang berhubungan degan (kata dasar): perikanan, perkapalan, perkantoran

PROSES NOMINALISASI DENGAN 'SI' DAN 'SANG

Nomina ini diperoleh bila kita menambahkan partikel si atau sang pada dasar, seperti: si kecil, si hitam.

PROSES NOMINALISASI DENGAN 'yang'

Dengan menambahkan yang di depan dasar, kita peroleh bentuk nomina seperti: yang cantik, yang manis.

Pertanyaannya:

Bagaimana proses nominalisasi kata 'pendukungnya' dan kata 'mempersatukan' serta kata 'tuduhan' berdasarkan penjelasan proses nominalisasi di atas?

Kita pilah dulu, pendukungnya berasal dari kata dasar 'dukung'. Jadi kata pendukungnya mengandung afiks alias imbuhan. Tepatnya imbuhan peN- (baca: peNasal). Sementara imbuhan -nya merupakan kata ganti orang ketiga.

Jadi, nominalisasi pendukungnya berdasarkan afiksasi peN- yang memiliki arti 'orang yang....' Jadi, pendukungnya berarti orang yang mendukungnya.

Kata mempersatukan mengalami proses nominalisasi dari kata dasar satu. Mendapat imbuhan memper- -kan. Pada dasarnya kata mempersatukan ini bukan nomina, melainkan 'verba' alias kata kerja.

Kata tuduhan berasal dari kata dasar 'tuduh' kata 'tuduh' merupakan verba (kata kerja). Mendapat imbuhan -an sehingga menjadi nomina (nominalisasi afiks -an).

Kata 'tuduhan' sudah menjadi nomina dan memiliki arti 'sesuatu yang dituduhkan'.

Demikian penjelasan singkat tentang nominalisai dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Related Posts:

Puisi Fabel 'Semut Merah' dan Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya


Puisi Fabel yang dianalisis berikut ini adalah Puisi Fabel yang saya dapat dari sesama blogger, melalui alamat: khirsa26.blogspot.com. Blogger dari Temanggung yang sepertinya tidak aktif lagi.

Karena beberapa pertimbangan, saya memilih puisi fabel 'Semut Merah' karya Khirsa yang diunggah pada September 2015 ini sebagai karya yang dianalisis. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis

Related Posts:

Puisi Fabel 'Semut Merah' dan Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya

Puisi Fabel yang dianalisis berikut ini adalah Puisi Fabel yang saya dapat dari sesama blogger, melalui alamat: khirsa26.blogspot.com. Blogger dari Temanggung yang sepertinya tidak aktif lagi.

Karena beberapa pertimbangan, saya memilih puisi fabel 'Semut Merah' karya Khirsa yang diunggah pada September 2015 ini sebagai karya yang dianalisis. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis struktural yang berkaitan dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik.


Berikut Puisi Fabel 'Semut Merah' Karya Khirsa Inayatul

SEMUT MERAH


Ku lihat dia di kebun sekolah
Tubuhnya kecil mungil berwarna merah
Rumahnya di dalam tanah
Bekerja tanpa kenal lelah

Ku lihat dia mencari biji-bijian
Atau apapun yang bisa dia makan 
Tubuhnya yang kecil,
Kakinya yang mungil

Berjalan demi sebutir padi
Makan untuk bertahan diri
Namun, musim kemarau telah mengalahkannya
Semut itu mati tanpa daya


Analisis Unsur Intrinsik

Rima

Rima ang digunakan dalam Puisi Fabel 'Semut Merah' di atas adalah rima akhir, yang terdapat pada setiap baris pada masing-masing bait. 

Pada bait pertama, semua diakhiri dengan huruf /h/ lebih tepatnya akhiran bunyi /-ah/. Yaitu pada kata sekolah, merah, tanah, dan lelah. Karena masing-masing huruf  akhir sama, maka bait pertama menggunakan pola sajak a-a-a-a.

Pada bait kedua, dua baris pertama diakhiri buni -an, sementara dua baris terakhir diakhiri bunyi -il.Yaitu masing-masing adalah kata biji-bijaan dan makan (baris 1 dan 2), dan kecil serta mungil (baris 3 dan 4). Dengan pola seperti ini dapat dikatakan rima yang digunakan adalah pola aa-bb.

Pada bait ketiga, pola sajak atau rima yang digunakan oleh Khirsa pada Puisi Fabel di atas sama dengan bait kedua. Yaitu dengan pola aa-bb tampak pada akhir kata yang digunakan yaitu: padi, diri, mengalahkannya dan daya.

Diksi (Pilihan Kata)

Diksi atau pilihan kata yang digunakan dalam puisi fabel di atas adalah puisi sehari-hari. Yang bisa dipahami dengan mudah oleh para pembaca. Pemilihan kata yang mudah dipahami dan indah karena menggunakan dan disesuaikan dengan rima ini tentu dimaksudkan agar para pembaca pemula tidak kesulitan dalam memahami puisi. 

Kata-kata yang dipilih juga adalah kata yang memotivasi, misalnya ada kata bekerja tanpa kenal lelah. Adalah sebuah kalimat yang disusun dengan kata-kata motivasi.

Tema

Tema dalam Puisi Fabel di atas adalah 'Kehidupan Semut'. Semut adala tokoh utama yang diceritakan dalam karya puisi di atas. Selain disebut secara langsung (eksplisit) dalam judul 'Semut Merah', semut juga menjadi penceritaan utama dalam badan puisi.

Amanat

Amanat adalah pesan positif yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Dalam puisi tabel di atas ada dua makna yang bisa diambil yaitu:

1. Kita harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan.
2. Kita harus berpasrah pada kekuatan tuhan.

Kerja keras tampak dari penggambaran semut yang bekerja keras, meskipun badannya kecil dan kakinya mungil, semut harus mencari makanan. Namun demikian, keperkasaan semut tetap kalah oleh kekuatan yang lebih besar, melalui kehendak tuhan ketika Musim kemarau, semut mati tidak berdaya.

ANALISIS EKSTRINSIK

Analisis ekstrinsik yang dilakukan seharusnya menelaah secara mendapalam latar belakang penceritaan dan latar belakang penulisnya. Namun, karena keterbatasan informasi, yang dibahas hanyalah latar belakang penlis yang sangat terbatas (diketahui melalui profil blogger).

Krisna adalah orang Jawa, tepatnya di Temanggung, Jawa Tengah. Jawa dikenal sebagai penghasil beras. Maka dari itu, latar belakang budaya 'sawah' muncul dalam teks Puisi Fabel yaitu dengan digunakannya kata 'berjalan demi sebutir padi'. 

Seandainya bukan orang Jawa yang tidak dekat dengan budaya 'padi' maka kemungkinan besar tidak muncul dalam karya sastra yang dihasilkan oleh penulisnya.

Terima kasih sudah membaca. Silahkan download alais unduh juga materi yang lain. Selamat membaca.

Related Posts:

Unduh Kisi-Kisi Pretest UKG 2017 Bahasa Indonesia


UKG alias Uji Kompetensi Guru adalah sebuah proses yang wajib dilakukan oleh guru yang ditunjuk (entah berdasarkan apa penunjukannya) yang dilakukan untuk memtakan kemampuan guru di seluruh Indonesia.




UKG bagi seorang guru bisa dilakukan berulang-ulang. Contohnya saya, pada tahun 2015 mengikuti UKG, hasilnya empat modul tidak lulus, dan rapornya merah. Kemudian pada tahun 2016 mengikuti

Related Posts:

Unduh Kisi-Kisi Pretest UKG 2017 Bahasa Indonesia

UKG alias Uji Kompetensi Guru adalah sebuah proses yang wajib dilakukan oleh guru yang ditunjuk (entah berdasarkan apa penunjukannya) yang dilakukan untuk memtakan kemampuan guru di seluruh Indonesia.


UKG bagi seorang guru bisa dilakukan berulang-ulang. Contohnya saya, pada tahun 2015 mengikuti UKG, hasilnya empat modul tidak lulus, dan rapornya merah. Kemudian pada tahun 2016 mengikuti pelatihan daring murni. Rasanya aneh, daringnya murni bisa dilakukan di rumah, tapi post testnya harus di TUK dan harus bayar karena operasionalnya tidak ditanggung oleh negara. Sementara yang daring kombinasi, justru dibayar oleh negara. 

Kisi-Kisi Pretest UKG Tahun 2017


Apesnya, saat mengikuti UKG dulu, yang alamatnya masih bernama GP alias Guru Pembelajar, sekarang sudah bernama SIMPKB, yang jelas ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan salah satu partai politik. Dalam post test yang otomatis menjadi UKG, nilai saya sudah baik. Sudah dapat sertifikat, malahan. Tapi di rapor pada tahun 2017, nilai merah saya masih tiga. Karena standar minimal yang digunakan alias KKMnya naik. Ini keanehan yang kedua. Jawaban test yang digunakan adalah tiga tahun lalu, tapi KKM yang digunakan adalah yang sekarang. Akhirnya, saya masih harus mengikuti pelatihan lagi, alias UKG lagi, karena masih punya tiga nilai merah. 

Sampai kapan derita ini akan berakhir? hehehe. Mungkin sampai nanti, sampai nilai saya dan mungkin juga anda mencapai seratus. Untuk semua modul.

Mungkin alasan saya sama dengan beberapa guru yang lain. Kita kurang mengetahui apa yang harus dilakukan, dan apa yang harus dipelajari. Untungnya, ini sebuah perbaikan keadaan, sebelum dilakukan Uji Kompetensi, masing-masing guru sudah diberi kisi-kisi untuk UKG 2017, pada UKG 2016 dan 2015 tidak mendapat kisi-kisi yang jelas. 

Jadi, diharapkan dengan mendapat kisi-kisi terlebih dahulu, peserta UKG pada 2017 ini tidak terlalu asing dengan materi yang akan ditanyakan. Meskipun sebenarnya secara umum, guru sudah mengetahui dan akrab dengan materi dalam UKG karena yang ditanyakan adalah segala sesuatu yang sudah diajarkan dan dipelajari.

Untuk semakin membantu, para guru yang hendak mengikuti UKG pada tahun 2017 ini, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, dalam blog ini disediakan link alias tautan untuk mengunduh (download) kisi-kisi UKG tahun 2017. 

Untuk mata pelajaran yang lain, saya mohon maaf, tidak ditampilkan dalam blog ini karena ini adalah blog bahasa. :)

Dalam kisi-kisi ada tiga kolom. Kolom pertama, nomor. Kolom kompetensi, kolong materi, dan kolom indikator, serta kolom keterangan. Dalam kolom keterangan ada yang pedagogik (kemampuan tentang belajar dan teori belajar) dan profesional (yaitu materi yang berkaitan dengan keilmuan masing-masing).

Kisi-Kisi UKG 2017 SMP | Download

Kisi-Kisi UKG 2017 SLB | Download

Kisi-Kisi UKG 2017 SMA/SMK | Download

Related Posts:

Slogan HUT RI Ke-72 Kenapa 'Kerja Bersama' bukan 'Kerja Sama'

Tulisan ini terinspirasi oleh postingan pemilik akun facebook 'Raja Adia'. Akun tersebut menanyakan perbedaan antara 'Kerja Sama' dan 'Kerja Bersama'. Inilah penjelasan tentang slogan HUT RI ke-72 tahun 2017 ini.



Jokowi memang identik dengan kata 'kerja' yang selalu menjadi jargonnya sejak kemunculan fenomenalnya dengan menjadi jawara pilkada Jakarta. Sebenarnya, sebelum Jokowi dikenal di seluruh Indonesia dengan semboyan 'kerja'nya. Tokoh yang terlebih dahulu dikenal dengan kata 'kerja! kerja! kerja!' adalah Dahlan Iskan. Setidaknya, keduanya (Jokowi dan Dahlan) memang identik dengan kata tersebut. Lagi pula, kata 'kerja' bukan hanya milik mereka berdua. Siapapun di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia berhak menggunakan kata tersebut.



Pada tahun 2016, dalam peringatan HUT RI ke 71, dan ke-70 selalu ada kata 'kerja' yaitu 'Ayo Kerja' di peringatan HUT RI ke 70, dan  'Kerja Nyata' pada HUT RI ke-71. Untuk tahun ini, 'Kerja Bersama'. Pertanyaannya kenapa bukan 'Kerja Sama' kenapa harus 'Kerja Bersama'.

Sepintas, keduanya sama saja, antara 'Kerja Sama' dan 'Kerja Bersama', karena sama-sama disusun oleh dua kata dasar yang sama yaitu 'kerja' dan 'sama'. Namun, sebenarnya keduanya memiliki dimensi makna yang berbeda. Bahkan perbedaannya cukup mencolok.

Kerja sama dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti 'kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama'

Dalam kata 'kerja sama' terdapat makna bahwa usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau beberapa lembaga. Tidak harus sama-sama bekerja. Misalnya, kerja sama antara A yang menyediakan modal, kemudian B yang bekerja. Itu juga termasuk 'kerja sama' meskipun A tidak sedang bekerja. 'Hanya' menyediakan alat.

Sementara, dalam kata 'Kerja Bersama' seluruh warga bangsa Indonesia diharapkan sama-sama bekerja. Dalam susunan kata tersebut, mengandung arti, yang besar yang tua, yang kaya, yang miskin, semuanya ikut bekerja. Tidak hanya menyediakan alat dan modal, tetapi semua harus turun tangan tidak hanya urun angan saja.

Jadi, dalam kata 'Kerja Bersama' terkandung makna 'Gotong Royong' bukan sekadar 'sama-sama kerja' tapi benar-benar memang sama-sama bisa dan mau bekerja. Untuk apa? Untuk kejayaan masa depan Indonesia.

Sekali Merdeka! Merdeka Sekaliiii!!!

Related Posts:

Langkah Pembelajaran yang Efektif untuk Mengadopsi Keragaman Bahasa Siswa

Dalam setiap pembelajaran bahasa di sekolah, masing-masing bagian yang terdapat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun oleh guru adalah hal yang penting. Tetapi, aplikasi yang paling penting adalah penentuan langkah-langkah pembelajaran. Sebuah RPP dikatakan baik apabila langkah-langkah pembelajaran mencakup dan menggambarkan segala yang telah direncanakan. Misalnya, penggunaan metode, penggunaan media pembelajaran, sumber pembelajaan, dan teknik penilaian akan muncul dalam langkah-langkah pembelajaran.

Bukan sekadar memunculkan metode, teknik, media, dan sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran harus disusun secara sistematis agar pembelajaran berjalan efektif dengan penggunaan waktu yang efisien serta materi pembelajaran dapat disampaikan secara maksimal. Ujungnya, langkah pembelajaran yang efektif mutlak diperlukan agar siswa mampu menyerap dan menemukan informasi sesuai dengan tuntutan pembelajaran.

Dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran tersebut, guru harus memperhatikan segalan sesuatu (sarana-prasarana) di sekolah, serta hal yang tidak kalah penting adalah, harus memperhatikan kondisi siswa dengan segala bentuk keragamannya. Dalam pembelajaran siswa, keragaman penggunaan bahasa siswa bisa sangat berpengaruh dalam upaya penyampaian materi pembelajaran serta upaya penyerapan materi oleh siswa. Jika tidak bisa mengakomodasi hal tersebut, dapat dipastikan bahwa, langkah pembelajaran yang dilalui tidak akan efektif.

Berikut ini adalah hal yang patut diperhtikan dalam menyusun langkah pembelajaran yang efektif untuk siswa yang sangat beragam.

1. Selalu gunakan Bahasa Indonesia

Tidak hanya cukup menggunkan bahasa Indonesia yang baku, bahasa yang digunakan jika menggunakan istilah asing dan baru bagi siswa harus diberikan penejelasan dengan istilah yang mudah dipahami oleh siswa. Kalau diperlukan, gunakan bahasa daerah dan ragam bahasa yang sesuai dengan siswa.

2. Analisis Kondisi Siswa

Analisis kondisi siswa berkaitan dengan cara penyampaian materi yang akan dilakukan. Misalnya jika kita mengetahui bahwa siswa mengalami kelemahan di bidang penguasaan bahasa bidang morfologi, maka porsi untuk materi ini bisa diperbanyak. 

Analisis kondisi siswa juga dibutuhkan, misalnya latar belakang bahasa yang digunakan siswa. Jika dalam satu sekolah ada dua bahasa yang dominana, misalanya Jawa dan Madura sebagai bahasa Ibu masing-masing siswa, maka harus diketahui oleh guru, dengan demikian, jika ada tugas berkelompok harus diisi oleh anggota kelompok yang beragam. Jangan hanya jawa saja atau jangan hanya madura saja. Hurus disesuaikan dan diperhatikan latar belakang bahasanya.

Langkah-Langkah Pembelajaran yang Efektif Bagi Siswa yang Beragam Kemampuan Bahasanya:

A. Kegiatan Awal
1. Guru membuka dengan salam.
2. Guru Mengondisikan kelas.

B. Kegiatan Inti

1. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang bahasa daerah.
2. Siswa membentuk kelompok dipandu oleh guru dengan memperhatikan latar belakang bahasa siswa.
3. Siswa mengerjakan tugas identifikasi ciri-ciri ragam bahasa yang sudah ditentukan oleh guru pembagiannya.
4. Siswa mendiskusikan materi ragam bahasa sesuai dengan bagian kelompoknya masing-masing.
5. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas.
6. Siswa menanggapi hasil diskusi yang telah dipresentasikan.
7. Siswa melakukan diskusi antar kelompok dalam forum presentasi.
8. Siswa mendapat pemantapan dari guru tentang materi yang sedang dipresentasikan.

C. Kegiatan Pentup

1. Guru memberikan simpulan pembelajaran.
2. Guru menyampaikan tugas untuk mencari penggunaan ragam bahasa di lingkungan sekitar rumah yang disertai konteks situasi percakapan.
3. Guru menutup pembelajaran dengan doa.

Demikian contoh langkah pembelajaran tentang ragam bahasa bagi siswa. Semoga memberikan manfaat.

Related Posts:

Cara Tarik Peserta Didik Kelas 1 SD dari Dapodik Paud/TK Ke Dapodik 2018








Sejak kelahiran DapodikDasMen 2018 tugas operator sekolah bertambah kembali, terutama operator sekolah SD yang menanti kelahiran Dapodik Paud Dikmas, Banyak teman - teman operator yang tidak sabar untuk meniput data siswa kelas 1 namun masih menunggu kelahiran dapodik PAUD yang baru.



Namun ternyata OPS SD bisa melalukan tarik online siswa tanpa harus menunggu OPS PAUD mengeluarkan siswa

Related Posts:

Pengalaman Bergabung denagan Komunitas Trail Konstrac (Konawe Selatan Trail Adventure Community)






Padatnya pekerjaan dan rasa jenuh karena seharian berada di depan Komputer pasti pernah di rasakan semua orang, tidak terkecuali saya. Pada awalnya saya merakit motor jadul ayahanda hanyalah untuk memperbaiki tankki bahan bakar yang selalu bocor. Sampai suatu hari, saya di tawari oleh seorang anggota konstrac untuk bergabung dalam komunitas. Awalnya saya ragu, karena dengan motor tua yang

Related Posts:

Cara Mendownload Prefill Dapodik 2018




Dapodik 2018 telah di luncurkan pada tanggal 05 Agustus 2017. Sesuai dengan juknis dapodik terbaru, sebelum mengerjakan aplikasi, Operator sekolah harus terlebih dahulu melakukan genarate prefill agar data dapodik semeter sebelumnya bisa masuk di dalam aplikasi baru.

Namun tidak jarang pada saat generate prefill dapodik terjadi kegagalan, ukuran file prf hanya 1 kb. Hasil download prefil

Related Posts:

Cara Cetak Kartu Pendaftaran CPNS KemenkumHAM 2017




Pendaftaran CPNS KemenkumHAM 2017 ada beberapa kendala yang di alami dalam proses Registrasi. Salah satunya kartu pendaftaran yang tidak mau tercetak dan hanya masuk di halaman kosong.

Berikut ini Cara Cetak Kartu Pendaftaran CPNS KemenkumHAM 2017 :

1. Gunakan Browser Opera yang dapat di unduh di link berikut http://www.opera.com/id/download

2. Login di alamat https://sscndaftar.bkn.go.id/

Related Posts:

Perbedaan Kamu dan Anda serta Penggunaannya

Penggunaan Kata Ganti 'Kamu' dan 'Anda' dalam Bahasa Indonesia yang Lebih Sopan.

Lebih sopan mana antara kata �kamu� dan �anda�? Jawabannya tidak serta merta �anda� lebih sopan dari pada kata �kamu�. Dalam penggunaan sebuah kata, harus dilihat terlebih dahulu konteks situasinya. Dalam sebuah situasi tertentu, bisa jadi �anda� lebih sopan dari �kamu� atau sebaliknya, �kamu� lebih sopan dari pada �anda�, atau bahkan dua-duanya (kamu dan anda) dirasa sangat tidak sopan.

Dalam kesepakatan secara umum antar-pengguna bahasa Indonesia, kata �anda� dianggap lebih sopan dari pada kata �kamu� untuk menyebut orang kedua (lawan bicara). Meskipun memiliki arti yang sama, yaitu �lawan bicara� namun makna sebuah kalimat bisa dianggap lebih rendah, atau justru dianggap tidak sopan.


Misalnya dalam sebuah konteks percakapan antara dua orang teman karib yang sudah sangat akrab, menggunakan kata �anda� bisa dianggap tidak sopan, karena merenggangkan hubungan sosial. Bisa jadi, kata �anda� dalam konteks ini dianggap sebagai upaya menjaga jarak karena dalam kondisi marah.

Penjelasan tentang Perbedaan dan Pengguaan kata Ganti Anda dan Kamu


Kata �anda� menurut saya hanya cocok digunakan ketika menyebut orang yang belum kita kenal. Misalnya, ketika ada orang yang lebih tua menanyakan alamat kepada kita,

�Dik, alamat ini di sebelah mana?�

Kemudian kita bisa menjawab menggunakan kata ganti �anda�,

�Anda lurus saja ke selatan, kemudian belok kiri.�

Jadi, kata �anda� cocok digunakan untuk menghormati orang yang tidak kita kenal secara personal.

Lain lagi dengan kata �kamu�, kata ganti ini hanya cocok untuk digunakan dengan orang yang akrab dan dalam posisi yang ada di bawah kita. Biasanya yang menjadi strata posisi bukan sekadar jabatan, melainkan juga usia. Bisa jadi secara jabatan lebih rendah, tapi secara umur lebih tua, kata �kamu� tidak pantas untuk digunakan.

Langsung ke konteks, misalnya ada dua orang, majikan dengan sopirnya. Majikannya masih muda, sopirnya sudah tua.

SOPIR: �Tuan mau saya antar ke mana?�

Jika majikan memiliki sopan santun bangsa Indonesia, dia tidak akan menggunakan kata ganti �kamu�.

MAJIKAN: �kamu antar saya ke kantor.�

Kalimat di atas tidak sopan. Meskipun dalam batas tertentu, misalnya atas dasar hubungan kerja dan strata sosial, jelas majikan posisinya lebih tinggi dari pada sopirnya.  Kalimat yang lebih sopan bukan pula menggunakan kata �anda� melainkan menggunakan kata ganti sapaan, misalnya:

MAJIKAN: �Pak, antar saya ke kantor.� Atau �Pak Makmur, antar saya ke kantor ya.�

Nah, kepada orang yang status sosialnya di bawah kita saja, kita tidak pantas menggunakan �anda� apalagi �kamu�, apalagi terhadap orang yang lebih dihormati. Berkaitan dengan ini, saya pernah mendengar salah seorang guru saya mengatakan bahwa, Najwa Shihab tidak sopan karena menggunakan kata �anda� ketika mewawancarai wakil presiden.

�Itu wakil presiden, masak disebut anda.�

Tapi guru saya ini tidak menjelaskan kata apa yang seharusnya digunakan. Menurut saya, kata yang paling tepat adalah kata �Bapak� karena wakil presidennya adalah laki-laki.

Jadi, kata ganti �anda� bisa digunakan untuk lawan bicara dari segala status  yang kita hormati.

Penjelasan tentang penggunaan kata �kamu� dan �anda� ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sangat egaliter. Buktinya, untuk menyebut seorang sopir dan seorang wakil presiden, bahkan sampai seorang presiden, bisa menggunkan kata ganti yang sama yaitu �bapak�.

Namun, dalam beberapa kasus �lebih sering di birokrasi- kata ganti �Bapak� tidak digunakan sebagaimana mestinya. Penjelasan mengenai kata ganti �bapak� yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia bisa dibaca dalam artikel: Kata Bapak dan Penggunaannya yang Salah dalam Birokasi Indonesia

Lebih baik mulai sekarang anda semua harus membiasakan menggunakan kata ganti orang kedua yang paling pas untuk lawan bicaranya. Agar tidak dianggap tidak sopan dan menjadi manusia Indonesia seutuhnya.

Kecuali memang bermaksud mengkritik, misalnya:

Muka muka muka mu kamu kamu kamu seperti badut.

Kalimat di atas adalah potongan lirik lagu Iwan Fals yang mengkritik para politisi yang mukanya seperti badut, maksudnya hanya bisa melucu yang sebenarnya tidak lucu. Dalam lirik itu, Iwan Fals menggunakan kata ganti �kamu� bukan �anda�. Selain bermaksud untuk meluapkan kejengkelan, juga agar berima yang indah dengan kata �muka�.


Intinya, mau pakai kata �anda� atau �kamu� harus disesuaikan dengan maksud kalimat yang kita susun.

Related Posts: